JAGAT SENI

Ikon

semua seni, seni semua

Diskusi “Seni Rupa Indonesia dan Jepang: Perspektif Sejarah

Selasar Sunaryo Art Space dan The Japan Foundation dengan hormat mengundang anda untuk menghadiri program:

Ceramah dan Diskusi “Seni Rupa Indonesia dan Jepang, Perspektif Sejarah dan Kekinian”
Pembicara : Aminudin TH Siregar
Moderator : Bambang Subarnas
Hari/Tanggal : Jum’at 9 Mei 2008

Waktu : Pukul 15.00 – 17.00 WIB
Tempat : Bale Handap
Selasar Sunaryo Art Space

yang merupakan salah satu program publik pada rangkaian program:
“KITA!! Japanese Artists Meet Indonesia

Selasar Sunaryo Art Space
Jalan Bukit Pakar Timur 100 Bandung 40198

19 April – 18 Mei 2008
Dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Jepang dan Indonesia The Japan Foundation Jakarta bekerjasama dengan Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) menyelenggarakan serangkaian program bertajuk “KITA!! Japanese Artists Meet Indonesia“. Program ini terdiri dari lokakarya, pertunjukan tari, fesyen dan musik, pemutaran video serta pameran seni rupa yang menampilkan karya-karya seniman-seniman muda Jepang yang merupakan representasi perkembangan budaya Jepang mutakhir.

Jadwal rangkaian kegiatan:

Pameran
Menampilkan:
Ujino Muneteru, Oishi Akinori, Tochka, Hachiya Kazuhiko, paramodel, Matsumoto Chikara

Hari/Tanggal : Selasa-Minggu
19 April – 18 Mei 2008
Pukul 10.00 – 17.00 WIB
Tempat : Ruang Sayap, Tengah dan Ruparungu SSAS

Pemutaran Video
Menampilkan:
Takagi Masakatsu, Matsumoto Chikara, Kondoh Akino, Kotaka Takuro, Tochka, Hachiya Kazuhiko, Shiriagari Kotobuki, Yodogawa Technique, Chim Pom, Nishijima Daisuke, Ujino Muneteru

Hari/Tangal : Setiap Sabtu dan Minggu selama masa pameran
Pukul 19.00 WIB
Tempat : Amphitheater SSAS

Salam,
Anggia Tresna
Program Manager
Kontak: 081320009997

PROGRAM INI TERBUKA UNTUK UMUM DAN GRATIS

Selasar Sunaryo Art Space
Jln. Bukit Pakar Timur No. 100
Bandung – 40198
West Java – INDONESIA
Ph: +62 22 2507939
Fax: +62 22 2516508
E-mail: selasar@bdg. centrin.net. id
Website: www.selasarsunaryo. com
Open daily 10 am – 17 pm (Closed on Monday and Public Holiday)

Filed under: agenda

Pameran seni rupa TAHU CAMPUR di Galeri SUrabaya

Pameran seni lukis

TAHU CAMPUR

3 – 12 Mei 2008
Galeri Surabaya
Komp. Balai Pemuda. Jl. Pemuda 15 Surabaya

Oleh : Andi Sulistiono, Andreas Widagdo, Arif Cahyono, Bethoro Gluduk,
Djunaidi Kenyut, Endy lukito, Fauzi, Ferisal, iwan Yusuf, Layin, Masteng,
Qusta, Romy Setiawan, Suprihatin dan Wedhar Gombrest Sasmito.

Kenapa TAHU CAMPUR ?, ini semua karena rasa yang terkandung dalam masakan khas jawa timur tersebut. Adonan petis udang dengan tambahan bumbu alami menjadi kekuatan rasa masakan tersebut, di tambah dengan sayur, tahu, krupuk dan lainnya menjadikan aroma yang menggoda, kalo ingin pedas bisa di tambah dengan sambal.
Rasa tersebutlah yang membuat karya kami jadi beraroma.. Sedappp….
Selamat menikmati… .

Informasi:
Djunaidi Kenyut
Kelompok Kecil Kerja Seni
Surabaya
HP 081 551 34 313
Email:kenyuten@yahoo. co.id

[info: "abdul malik" filantrophi@yahoo.com, milis Forum Teater Indonesia]

Filed under: agenda

INDONESIA ART AWARD 2008

INDONESIA ART AWARD (IAA) adalah kompetisi seni rupa dan pemberian award bagi para seniman Indonesia. IAA merupakan program tetap Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), diselenggarakan sejak tahun 1994 dengan nama Phillip Morris Art Awards. Dan sejak tahun 2001 program ini dinamakan Indonesia Art Award. Kompetisi ini bertujuan untuk mengukur perkembangan mutakhir dalam praktik seni rupa sekaligus merangsang dan memacu berbagai penemuan baru yang terus diupayakan oleh seniman Indonesia.
Kompetisi ini telah banyak melahirkan seniman-seniman terkemuka Indonesia sekaligus telah mengatar para seniman tersebut ke kancah internasional. Pada saat itu para pemenang IAA diiskutsertakan dalam event kompetisi tingkat ASEAN dan beberapa di antaranya telah berhasil menjadi pemenang sehingga turut mengangkat reputasi seni rupa Indonesia dalam percaturan Internasional. Beberapa seniman yang telah menjadi pemenang dalam kompetisi ini antara lain Sunaryo, Nyoman Erawan, Agus Suwage, Yuswantoro Adi, dan banyak seniman lain yang kemudian menjadi seniman papan atas Indonesia.
IAA 2008 ini akan mengangkat tema SENI TANPA BATAS. Kompetisi ini terbuka untuk diikuti oleh seniman-seniman Indonesia tanpa batasan usia sekaligus tanpa batasan kategori media. Jika pada kompetisi-kompetisi sebelumnya hanya melombakan kategori seni lukis, pada IAA 2008 ini akan dikompetisikan semua kategori seni rupa. Semua kategori itu kini tidak lagi dibeda-bedakan. Semua dirangkum dalam satu kategori: SENI. Ini merupakan respon terhadap perkembangan seni rupa yang cenderung tak lagi terkotak-kotak: seni lukis, patung, grafis, instalasi, vidoa art, atau yang lain. Semuanya memiliki nilai yang sama sebagai karya seni.
Sejak tahun 1994 kompetisi ini secara teratur diadakan setiap setahun sekali, dan mulai tahun 2008 ini akan diadakan setiap dua tahun sekali dengan menyeleksi sebanyak 100 finalis dan pemberian penghargaan untuk 10 Karya Terbaik, dengan hadiah total sejumlah 130 juta rupiah. Pengumuman pemenang pada tanggal 3 Juli 2008 sekaligus pada saat pembukaan pameran 100 karya finalis di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
Para pemenang akan dipilih oleh dewan juri yang terdiri dari para kurator, kritikus dan peneliti seni terkemuka. Adapun syarat-syarat untuk ikut serta dalam kompetisi ini adalah:

- Peserta adalah perseorangan dan atau kolaborasi (kelompok). – Tidak ada batasan usia. – Karya yang dikirim terhitung dibuat dalam dua tahun terakhir. – Ukuran Bebas. – Maksimum mengirim 3 (tiga) karya.
Materi Lomba: 1. Lukisan, Fotografi, Cetak Digital: 2 lembar foto ukuran 10 R.
2. Patung, grafis, keramik, instalasi, obyek : 4 lembar foto ukuran 10 R yang
menampilkan 3 sudut pandang: tampak depan, samping, belakang dan tampak atas.
3. Video Art : Dalam bentuk 1 keping CD/DVD
dengan resolusi gambar yang baik.

- Melampirkan keterangan karya lengkap: judul, ukuran, teknik, format, bahan dan hal-hal yang berkaitan dengan karya dalam selembar kertas. Juga melampirkan biodata (curriculum vitae), alamat surat, email, nomor telepon/HP, fax, email dan fotokopi KTP/SIM atau bukti identitas yang masih berlaku.

Tenggat Penerimaan Karya
Materi persyaratan (foto, CD/DVD, CV, alamat peserta) sudah diterima selambat-lambatnyan ya pada tanggal 20 Mei 2008, dikirim ke alamat: Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Galeri Nasional Indonesia – Gedung B, Jl. Medan Merdeka Timur No.14, Jakarta Pusat 10110. Telp. 62 22 3861603, Fax. 62 22 3861535.

Pengumuman
3 karya pemenang utama dan 7 karya terbaik akan diumumkan pada tanggal 3 Juli 2008 bersamaan dengan pembukaan pameran sekaligus malam penganugerahan pemenang IAA 2008.

Pameran · Pameran 100 finalis akan diselenggarakan pada tanggal 3 – 14 Juli 2008 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

Award Indonesian Art Award (IAA) akan memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai kepada 10 Karya Kategori Terbaik:
1. Terbaik Pertama : Rp. 25.000.000,00 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah)
2. Terbaik Kedua : Rp. 20.000.000,00 (Dua Puluh Juta Rupiah)
3. Terbaik Ketiga : Rp. 15.000.000,00 (Lima Belas Juta Rupiah)
4. Terbaik (4-10) : Rp. 10.000.000,00 (Sepuluh Juta Rupiah)

Informasi lebih lanjut, buka website: www.indonesiaartawa rd.com

Kontak: YSRI, Galeri Nasional Indonesia – Gedung B, Jl. Medan Merdeka Timur No.14, Jakarta Pusat 10110. Telp. 62 22 3861603, Fax. 62 22 3861535. E-mail: ysri_seni@yahoo. com

sumber: milis pojokteater@yahoogroups.com, posted by

“abdul malik” filantrophi@yahoo.com

Filed under: agenda, ,

The Nightingale Program

Dutch Chamber Music Ensemble

Sitok Srengenge dan Slamet Gundono

Kamis, 13 Maret – 19.30

Auditorium CCF

Dutch Chamber Music Ensemble (DCME) dengan dirigen Ruud van Eeten akan membawakan bagian instrumentalia dari The Nightingale, -opera kamar karya Theo Loevendie, salah seorang komponis yang paling diperhitungkan di Belanda- yang merupakan ‘hidangan utama’ festival ini. Slamet Gundono, Dalang ternama dari Solo akan mendramatisasikannya lewat pertunjukan wayang kulit, dan bagian narasi dalam komposisi ini akan dituturkan oleh Penyair terkenal, Sitok Srengenge dalam bahasa Indonesia.

Namun sebelumnya, DCME akan membawakan sebuah karya dari Roderik de Man, komponis Belanda yang lahir di Bandung. Komposisinya “The surprising adventures of Baron von Münchhausen” yang dibuat berdasarkan kisah dari Karl Friedrich Hieronymus Baron van Münchhausen akan dibawakan bersama Sitok Srengenge sebagai narator. Dilanjutkan dengan instrumental karya komponis Indonesia, Slamet Abdul Sjukur berjudul “Kutang”.

« Resital Piano »

Ellen Corver

Jumat, 14 Maret – 19.30

Auditorium CCF

Ellen Corver adalah seorang pianis yang mengkhususkan diri untuk memainkan karya-karya musik abad 20 dan 21. Ia pernah memainkan sejumlah besar komposisi musik kontemporer yang seringkali khusus ditulis untuknya.

Pada resital piano tunggalnya ini Ellen Corver akan mempersembahkan berbagai komposisi yang dibuat oleh komponis Indonesia, Belanda, Jerman dan USA, Ia pun akan memberikan penjelasan dari karya-karya yang akan dibawakannya.

« Final Concert of Chamber Music Workshop and Mini Composition Project »

Sabtu, 15 Maret – 19.30

Auditorium CCF

Workshop akan terfokus pada permainan dalam formasi musik kamar, dan pembentukan ensembel. Di Bandung, workshop akan dilakukan dengan bekerjasama dengan UPI, UNPAS dan STSI bersama anggota DCME. Bersama Ellen Corver para peserta akan belajar memahami musik kontemporer. Roderik de Man akan menjadi pengarah pada workshop ini sekaligus bersama DCME akan memimpin sesi yang memungkinkan para komponis muda mendengarkan apa yang mereka buat.

Workshop akan diakhiri dengan konser bersama Dutch Chamber Music Ensemble, Ellen Corver dan pertunjukan mini komposisi.

Dutch Chamber Music Ensemble:

Arno van Houtert – Clarinet

József Auer – Basson

Raymond Vievermanns – Trumpet

Mark Boonstra – Trombone

Han Vogel – Percussion

Adelina Hasani – Violin

Pia Pirtinaho – Double Bass

Dirigen : Ruud van Eeten

Soloist :

Slamet Gundono – Dramatisation & Puppetry

Sitok Srengenge – Narration

Keseluruhan acara « The Nightingale Program » terselenggara atas kerjasana antara CCF Bandung – Dutch Chamber Music Ensemble dan Erasmus Huis serta terbuka untuk umum. Untuk informasi lebih lengkap hubungi CCF.

CCF Bandung

Pusat Kebudayaan Prancis

Jl. Purnawarman No:32 Bandung

Tél : 022 421 24 17

Fax : 022 420 78 77

culturel@ccfbandung.org

www.ccfbandung.org


Filed under: agenda, ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.