JAGAT SENI

Ikon

semua seni, seni semua

Pameran Kaligrafi di Wisata Religi Ampel Surabaya

Surabaya (ANTARA News, 26 Juli 2010) – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Wisata Religi Ampel, Surabaya, Jawa Timur, menggelar pameran kaligrafi menyambut bulan suci Ramadhan 1431 Hijriyah di Jalan Pegirian selama lima hari mulai 28 Juli hingga 1 Agustus 2010.

“Ini program dan gelaran pertama kalinya untuk pameran seni kaligrafi. Tujuan utamanya memang menyambut bulan suci Ramadhan yang tidak lama lagi tiba,” ujar Kepala UPTD Wisata Religi Ampel Mustofa Kholil ketika ditemui di ruangannya.

Pameran akan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Wiwik Widyawati, Rabu (28/7). Melalui pameran tersebut diharapkan, peminat dan pencinta karya seni, khususnya kaligrafi bisa terakomodasi.

“Saat ini sangat jarang digelar pameran seni kaligrafi, padahal kalau ingin digali, potensi kesenian Islami ini sangat luar biasa. Inilah salah satu alasan mengapa pemerintah menggelar pameran kaligrafi,” tukas dia.

Dalam pameran itu, panitia pelaksana memberikan tema “Istikharah” yang berarti memohon petunjuk kepada Allah SWT. Kata Mustofa, tema tersebut dinilai bisa membuat siapa saja berusaha meraih petunjuk dan ridho-Nya.

Dikatakan Mustofa, akan ada sekitar 10 seniman yang akan memamerkan hasil karyanya, di antaranya Bambang Tri, Sulaiman, Djoko Sutrisno, Iwan Suwarno, Imaduddin, Nasrudin, Rohman Gundih, Sulton, Wadji MS dan beberapa seniman kaligrafi lainnya.

Hasil karya mereka akan dipajang di enam stan yang dipersiapkan panitia. Setiap stan akan dibedakan berdasarkan produksi dan bahan membuat seni kaligrafi.

Disinggung mengenai target digelarnya pameran, Mustofa mengaku pameran ini untuk mengidentifikasi kesenia berupa lukisan dan kerajinan kaligrafi di Surabaya. Selain itu, yang terpenting adalah memberikan ruang bagi seniman – seniman kaligrafi untuk berkarya.

“Tentunya juga untuk mengembangkan seni kaligrafi yang seolah hilang dari pandangan masyarakat, sekaligus untuk mempromosikan objek wisata religi Sunan Ampel,” paparnya.

Mustofa juga menuturkan bahwa perhelatan pameran kaligrafi ini merupakan forum silaturahmi budaya antara perupa dan masyarakat untuk berkomunikasi, berinteraksi dan bersinergi.

“Secara fisik mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas kekaryaan, secara ideologi peningkatan pada kedalaman tafsir, individu dan psikologis mampu mempengaruhi nilai keimanan, baik pelaku maupun masyarakat,” jelasnya.
(T.ANT-165/I007/P003)

http://www.antaranews.com/berita/1280154916/pameran-kaligrafi-di-wisata-religi-ampel-surabaya

Filed under: seni rupa, ,

Dongeng Italia di Lembaran Grafis

Bulan sabit kuning tergantung di langit cokelat tua kehitaman. Sinarnya tak cukup kuat untuk menerangi seluruh bangunan yang berjejer horizontal. Malam itu, garis-garis kuning senada hanya berjalan di tepi-tepi atap dan samping rumah, kubah, kerucut menara, dan jendela-jendela Colosseum Roma.

Tapi suasana yang tampak tenang itu berubah mencekam. Sesosok bayangan rangka dinosaurus yang berjalan dengan dua kaki belakang melintas di wajah kota. Tubuhnya menjulang ke langit hingga kedua kaki depannya setinggi posisi bulan.

Begitulah cara seniman Italia, Enzo Cucchi, menggambarkan ibu kota negaranya. Gambar grafis berjudul Roma buatan 1991 itu dicetak di atas kertas 136 x 261 sentimeter. Pada seri karya lain bertajuk La Lupa di Roma (Serigala Roma) I-III, Cucchi menampilkan kuburan dan tengkorak-tengkorak hewan dengan gaya agak abstrak.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: seni rupa, , , , , , ,

Menepis Formalisme, Menelusuri Tradisi

PATUNG kayu berbentuk kuda itu belum sepenuhnya selesai, tapi permukaan kayunya sudah lebih halus. Mulutnya terbuka dengan mata bulat yang mengesankan kegarangan. Rambut di kuduknya tergerai rapi. Di punggungnya terukir bentuk pelana. Tapi lihatlah kakinya: lebih mirip kaki meja dengan ragam ukir tradisi ketimbang kaki kuda. Gregorius Sidharta Soegijo belum sempat memberi judul karya itu, karena pria kelahiran Solo ini wafat pada 4 Oktober 2007, menjelang usia 74 tahun.

Patung kuda itu bersama puluhan karya patung, lukisan, dan karya grafisnya dipamerkan kembali lewat pameran retrospektif Homage G. Sidharta Soegijo dalam Seni Rupa Indonesia di Jogja National Museum, Yogyakarta, 22 Januari-5 Februari. Pameran ini sekaligus memperingati seribu hari wafatnya Sidharta.

Patung kuda itu mencerminkan sosok estetika terakhir yang diyakini Sidharta sebagai hasil pergolakan dan perbenturan keyakinan estetika modernisme formalisme dengan seni tradisi. Sidharta dikenal sebagai pematung yang sama kuatnya menghasilkan karya patung monumen dan patung individual. Lebih dari itu, ia dikenal sebagai pematung yang kontroversial, tapi kemudian jalannya yang menyempal dari arus besar seni patung banyak diikuti pematung yang lebih muda.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: seni rupa, ,

Tafsir Perang S. Teddy

TAK ada obyek berlumuran citra darah. Tak ada sesuatu yang mengesankan kebengisan. Tak ada kalimat yang memekikkan kesakitan. Padahal pameran di Akili Museum di perumahan mewah Puri Kembangan, Jakarta, itu bertajuk War. Semua obyek yang dihadirkan terasa “terkendali”. Itulah S. Teddy. Perupa Yogya ini menjauhi cara mengekspresikan kekerasan secara liar.

Mendengar kabar bahwa Teddy bakal mengadakan pameran tunggal tentang perang pada awal tahun ini, ingatan segera melayang ke Love Tank di Museum Nasional Singapura tahun lalu. Ini instalasi yang luar biasa. Teddy membuat tujuh replika tank model M1 Abrams yang dipakai oleh tentara Amerika untuk menghajar tentara Irak di gurun. Dari yang sebesar aslinya sampai ke setengahnya. Tank-tank itu dicat pink dan dibubuhi banyak gambar hati (cinta). Teddy kemudian menumpuk-numpuk tank itu hingga menyerupai sebuah pagoda. Kita melihat bagaimana Teddy mampu menjinakkan barang pembunuh menjadi jalan padmasana.

Maka tak salah bila dalam pameran ini kita menanti kejutan. Paling tidak kemampuan Teddy mengalegorikan barang-barang perang lain. Masih banyak benda bekas peralatan perang lain yang bisa disatire kan atau dikomedikan. Hamad Khalaf, perupa asal Kuwait, misalnya, pernah membawa sepatu bot, selongsong peluru, helm, atau masker bekas Perang Iran-Irak ke berbagai galeri kita yang lalu ditorehinya gambar adegan perang mitologi Yunani.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: seni rupa, ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.